Banda Aceh, 24 September 2026, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh (FAI Unmuha) melaksanakan Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Kamis (24/9). Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah bagi 35 lulusan Sarjana Strata Satu yang telah menyelesaikan seluruh tahapan akademik di lima program studi di lingkungan FAI Unmuha.
Sebanyak 35 lulusan yang diyudisium terdiri atas 11 laki-laki dan 24 perempuan. Mereka berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam sebanyak 11 orang, Tadris Matematika 2 orang, Tadris Biologi 2 orang, Tadris Bahasa Inggris 8 orang, dan Perbankan Syariah 12 orang. Dari keseluruhan lulusan tersebut, 28 orang meraih predikat Dengan Pujian dan 7 orang meraih predikat Sangat Memuaskan.
Dekan Fakultas Agama Islam Unmuha, Dr. Rosnidarwati, S.Ag., M.A., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan serta apresiasi kepada orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan dan doa selama perjalanan pendidikan. Menurutnya, yudisium bukan sekadar acara seremonial, tetapi merupakan awal dari perjalanan para lulusan untuk memasuki kehidupan yang lebih luas dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Dekan berpesan agar para lulusan tidak hanya berorientasi pada pencapaian gelar, tetapi mampu menjadikan ilmu sebagai amanah dan sarana memberikan manfaat. FAI Unmuha diharapkan terus melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga ilmu, iman, akhlak, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Para lulusan juga didorong untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan peluang dan memberikan solusi bagi masyarakat.
Menariknya, rangkaian yudisium juga diisi dengan orasi ilmiah bertema “Tantangan dan Peluang dalam Era Kecerdasan Buatan (AI) bagi Perkembangan Pendidikan Gen Z” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Kusmawati Hatta, M.Pd., Wakor Kopertais Wilayah V. Orasi tersebut mengangkat perubahan dunia pendidikan di tengah perkembangan Artificial Intelligence (AI), termasuk peluang AI dalam personalisasi pembelajaran, akses sumber belajar, kreativitas, inovasi, serta pengembangan kompetensi masa depan.
Dalam orasi ilmiah tersebut juga ditekankan bahwa pemanfaatan AI perlu dilakukan secara kritis, etis, aman, dan bertanggung jawab. Generasi Z perlu memiliki literasi AI, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, etika digital, serta kemampuan mengevaluasi informasi. Pendidikan di era AI tidak hanya diarahkan agar peserta didik mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memahami, mengevaluasi, dan menciptakan dengan AI dengan tetap mempertahankan kemampuan berpikir dan agensi manusia.
Dengan bertambahnya 35 lulusan pada periode ini, alumni Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh telah mencapai kurang lebih tujuh ribuan orang yang tersebar dalam berbagai bidang kehidupan dan pengabdian. Para lulusan diharapkan mampu menjaga nama baik almamater, terus belajar sepanjang hayat, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, bangsa, dan negara.
Menutup sambutannya, Dekan FAI Unmuha berpesan kepada seluruh lulusan: “Jadikan ilmu sebagai amal, jadikan gelar sebagai amanah, jadikan profesi sebagai pengabdian, dan jadikan kehidupan sebagai jalan untuk memberikan manfaat kepada sesama.”
Selamat kepada seluruh peserta Yudisium Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh. Selamat melanjutkan perjalanan, berkarya, dan mengabdi.

